Sunday, 1 April 2018

Adab Membaca Al-Qur'an // Alasan Disunnahkan Membaca dengan Suara Yang Bagus Lagi Merdu


Adab Membaca Al-Qur'an - Alhamdulillah, kita sudah dekat dengan bulan yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Bulan Ramadhan. Tak terasa bulan yang kita nanti-nantikan kita dapat menghitung hari untuk dapat bertemu dengan Bulan Suci Ramadhan. Seperti di desa saya setiap Bulan Ramadhan datang anak-anak dan juga orang-orang desa selalu Tadarusan  ( membaca Al-Qur'an bareng-baareng sehabis Salat Tarawih di Musolah atau Masjid). Oleh karena itu saya mencoba membagi ilmu yang ada dengan tujuan semoga pahala dan amalan baik kita dapat menyertai kehidupan kita.

Sesui kalender yang ada, Bulan Ramadhan Yang Ke-1439 H atau Bulan Ramadhan 2018 kemungkinan jatuh antara ptanggal 15-16 Mei 2018. Saya belum bisa memastikan tepatnya kapan, tetapi di dalam kalender Hari Raya Idul Ftri 1439 atau Hari Raya Idul Fitri di tahun 2018 jatuh pada tanggal 15-16 Juni 2018. Oleh karena itu saya memperkirakan hal itu dengan dasar yang ada.

https://brainofayn.blogspot.com/2018/04/adab-membaca-al-quran-alasan.html
image Ramadhan 1439 H


Untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439, ada baiknya kita mengerti akan Adab Membaca Al- Qur'an. Dengan kita mengerti akan Adab Membaca Al-Qur'an, semoga di Bulan Suci Ramadhan 1439 H kita mendapatkan pahala yang berkah dari-Nya.

Berikut Adab Membaca Al-Qur'an sesuai Al-Qur'an dan Hadits yang ada:


Menurut Imam AL-Ghazali dalam kitabnya yaitu Ihya' Ulumuddin, adab membaca Al-Qur'an dibagi menjadi dua yaitu:

1. Adab yang berkaitan dengan batin

    Adab yang berkaitan dengan batin mencakup;
  • Memahami
  • Membesarkan Kalimat Allah SWT, yaitu dengan meyakini kebesaran Allah SWT yang memiliki kalimat-kalimat di dalam Al-Qur'an. Meyakini pula bahwa yang dibacanya bukanlah kalam manusia,melainkan kalam Allah Yang Maha Besar. Membesarkan kalimat Allah SWT tidak sekedar membacanya, tetapi juga memlihara dan menjaga tulisan-tulisan Al- Qur'an itu sendiri.
  • Menghadirkan Hati
  • Memperluas Perasaan
  • Membersihkan Jiwa,
  • Dengan demikian, kandungan Al-Qur'an yang dibaca dapat meresap dan bersemi di dalam hati dan jia pembacanya.

2. Adab yang berkaitan dengan Lahir

    Adab yang berkaitan dengan lahir mencakup;
  1. Disunnahkan berwudu dan dalam keadaan bersih atau suci dari segala hadas karena yang dibaca adalah kalam Allah 'Azza wa Jalla.
  2. Mulut dan gigi hendaknya dibersihkan terlebih dahulu, lalu mengambil Al-Qur'an dengan tangan kanan.
  3. Disunnahkan membaca Al-Qur'an di tempat yang bersih.
  4. Disunnahkan membaca ta'awuz, yaitu permohonan perlindungan kepada Allah SWT supaya terbebas dari tipu muslihat setan.
  5. Disunnahkan menghadap kiblat,membacanya dengan tenang dan berpakaian yang pantas.
  6. Disunnahkan membacanya dengan tartil,sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya ".... dan bacalah Al-Qur'an dengan tatil".QS. Al-Muzzammil [73]:4.
  7. Disunnahkan membacanya dengan suara yang bagus lagi merdu, karena suara yang merdu akan menambah keindahan uslub-Nya,asal tidak melanggar ketentuan- ketentuan atau kaidah-kaidah ilmu qiraat dan tajwid. sesuai Al-Hadis yang artinya, "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara-suara kalian".
  8. Hendaknya membaca dengan tafakur dan tadabbur (merenungi dan menghayati kandungan ayat Al-Qur'an) bagi yang sudah mengerti arti dan maksud ayat-ayat Al- Qur'an. Dengan hal itu akan mendorong pembacanya untuk mengamalkan isi ayatnya. Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa' (4):82, yang artinya, "Apakah mereka tidak memerhatikan (isi) Al-Qur'an...."
  9. Hendaknya tidak main-main,tertawa,atau memutus bacaanya hanya karena ingin berbicara dengan orang lain saat membaca Al-Qur'an.

KESIMPULAN
Selalu menjaga wudhu dan kesucian diri dari segala hal dan selalu melibatkan segala hal kepada Allah SWT dan berusaha memahami arti dari setiap kalimat-kalimat yang terkandung di dalam bacaan Al-Qur'an.