Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Tuesday, 12 April 2016

Biologi tentang vermes (cacing)



VERMES
(cacing)

Vermes dibagi menjadi :
1. Platyhelminthes
Ciri- ciri :
a. Tubuh pipih, bilateral simetris, dan lunak
b. Tidak memiliki sistem peredaran darah dan hermafrodit.
c. Alat pencernaannya belum sempurna, dengan satu lubang yaitu mulut
d. Alat ekskresi berupa sel api (flame cell)
e. Bersifat tripoblastik dimana tubuh terdiri atas 3 lapis yaitu entoderm, ektoderm, dan mesoderm

Kelas Platyhelminhes ;
i. Tubellaria, contohnya: planaria
ciri- ciri:
a. Panjang 1- 60 cm
b. Hidup di air tawar dan jernih
c. Mempunyai faring yang dapat dijulurkan untuk menangkap makanan
Sistem saraf = sistem tenaga tali
Sistem ekskresi = flame cell (sel api)
Sistem produksi =
a. aseksual, dengan cara fragmentasi. Bila terpotong, setiap potongan tubuh menjadi planaria tubuh (potongan menjadi planaria baru)
b. seksual, yaitu pembuahan silang
Sistem gerak = dengan silia atau otot di bawah epidermis.



STRUKTUR TUBUH PLANARIA
 




ii. Trematoda
merupakan parasit
memiliki penghisap (sucker)
contoh spesiesnya :
1. Dalam darah : Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium.
2. Dalam hati : Fasciola hepatica ( hati kambing ), Clonorchis sinensis (hati manusia)
3. Dalam usus : Fasciola buski
4. Dalam paru- paru : Paragonimus westermani


DAUR HIDUP Fasciola hepatica



mirasidium ---- sporokista ---- redia ---- serkaria ---- meta sakaria

iii. Caestoda
sebagai parasit pada vertebrata
ciri- ciri :
1. Tubuh bersegmen- segmen (proglotid)
2. Kepala (skoleks) mempunyai alat penghisap
3. Tidak memiliki mulut dan alat pencernaan
4. Penyerapan makanan oleh seluruh permukaan tubuh
Contohnya; Taenia saginata, Taenia solium



DAUR HIDUP Taenia saginata
 

PERANAN PLATYHELMINTHES
Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia atau hewan, kecuali planaria.
Agar terhindar dari cacing parasit (cacing pita) dilakukan beberapa cara, antara lain;
1. Memmutuskan daur hidupnya
2. Menghindari infeksi dari larva cacing
3. Tidak membuang tinja sembarangan (sesuai dengan syarat- syarat hidup sehat)
4. Tidak memakan daging mentah atau setengah matang (masak daging sampai matang)

2. Nemathelminthes
Ciri- ciri :
1. Tubuh berbentuk gilig (bulat panjang)
2. Tertutup lapisan lilin (kutikula)
3. Tidak bersegmen, simetris bilateral
4. Mempunyai mulut, anus, tidak berkaki
5. Kosmopolit atau terdapat di laut, air tawar, darat, kutub, hingga tropis
6. Hidup bebas dan sebagai parasit
7. Tidak memiliki jantung dan peredaran darah, tetapi memiliki cairan mirip darah
8. Kelamin terpisah (jantan dan betina)
Contohnya :
a. Ascaris lumbricroides atau cacing perut pada manusia
b. Ascaris suilae (cacing perut pada babi)
c. Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
d. Oxyuris/ Enterobis vermicularis (cacing kremi)


DAUR HIDUP CACING TAMBANG

 


3. Annelida
Ciri- ciri :
a. Memiliki segmen seperti cincin
b. Tripoblastik selomata
c. Simetris bilateral
d. Memiliki sistem pencernaan yang lengkap
e. Hermafrodit

Klasifikasi Annalida ;
1. Polichaeta (cacing berambut banyak). Contohnya: Palolo (Lysidice oele) dan Wawo (Eunie sp)
2. Hirudinae (cacing tidak berambut). Contoh : lintah (Hirudo medicinalis)