Showing posts with label INFORMASI TERKINI. Show all posts
Showing posts with label INFORMASI TERKINI. Show all posts

Saturday, 6 January 2018

13 Pintu- Pintu Rezeki Ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya Sesuai Al- Qur'an dan Hadits

Ilustrasi. Pintu-pintu rezeki


Berikut ini sebagian pintu-pintu rezeki yang diajarkan Allah dan rasul-Nya

1. Memperbanyak Istighfar

 Istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa seorang hamba di hadapan Allah Ta'ala, yang menjadi sebab Allah mengasihi hamba- Nya, lalu Dia berkenan melapangkan jiwa dan kehidupan si hamba tersebut.
Allah berfirman:

"Maka aku (Nuh, Red.) katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun (istighfar) kepada Rabbmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan mem banyakkan harta dan anak-anakmu, mengada- kan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (Nuh [71] 10-12)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata Rasulullah Saw. bersabda:

 " Barangsiapa beristighfar kepada Allah niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka."

Hendaknya setiap muslim yang mengharap- kan limpahan rezeki untuk memperbanyak is- tighfar, baik dengan lisan maupun perbuatan.

 2. Tinggalkan perbuatan dosa 

istighfar tidak bernilai di sisi Allah jika masih berbuat dosa terus-menerus. Dosa bukan saja membuat hati resah malah menutup pintu rezeki. Allah Ta'ala berfirman:

 "Sesungguhnya tiadalah beruntung orang- orang yang berbuat dosa." (Yunus [10]: 17)

 3. Bertakwa

   Imam Al-Jurjani mendefiniskan takwa, yaitu menjaga diri dari pekerjaan yang me- ngakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya. (Kitabut Ta'rifat hal. 68)

Jadi, orang yang menceburkan diri ke dalam kubangan maksiat sehingga ia pantas menda- pat murka dan siksa dari Allah, maka ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yang bertakwa.

Allah Ta'ala berfirman:

"Barang siapa yang bertakwa kepada A lah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan (Dia) memberinya rezeki dan arah tiada disangka-sangkanya" (Ath-Thalaq [65]: 2-3)

Ibnu Katsir menafsirkan, "Maknanya, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah -de- ngan melakukan apa yang diperintah-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang Nya- niscaya Allah akan memberi jalan keluar serta rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dibenaknya." (Tafsir Ibnu Katsir IV400).

4. Bertawakal kepada Allah Ta'ala

Dari Umar bin Khathab r.a, bahwa Rasulullah saw. Bersabda:

"Sungguh seandainya kalian bertakwakal kepada Allah sebenar-benarnya niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung- burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Tirmidzi).

 Dalam hadits tersebut dikatakan, burung- burung itu berangkat pagi-pagi dan pulang sore hari dalam rangka mencari rezeki. Tawakkal berarti kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah Ta'ala untuk mendapat kan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat.

Karena itu, barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keper- luannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap- tiap sesuatu." (Ath-Thalaq [65] 3)

Tawakal tidaklah berarti meninggalkan usa- ha. Setiap muslim wajib bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan karunia Allah. Hanya saja, ia tidak boleh menyandarkan diri pada kelelahan, kerja keras dan usahanya, tetapi ia harus meyakini bahwa segala urusan adalah milik Allah, bahwa rezeki itu hanyalah dari-Nya semata.

5. Rajin beribadah

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya Allah berfirman, "Wahai anak Adam! Beribadahlah sepenuhnya kepada- Ku. Niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manu- sia)." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah).

Dan, dari Ma'gal bin Yasar ra, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

"Rabb kalian berkata, 'Wahai anak Adam! beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rezeki. Wa- hai anak Adam! jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan." (HR. Hakim, Silsilah Ahadits Ash-Shahihah no. 1359, 3/347)

Jadi, siapa saja yang hatinya dikayakan oleh Yang Maha Memberi kekayaan, niscaya tidak akan didekati oleh kemiskinan selama-lamanya. Dan, siapa saja yang kedua tangannya dipenuhi dengan rezeki oleh Yang Maha Memberi Rezeki dan Maha Kuasa, niscaya ia tidak akan pernah pailit selama-lamanya. Sebaliknya, siapa yang hatinya dipenuhi dengan kefakiran oleh YangMaha Kuasa dan Maha Menentukan, niscaya tak seorang pun mampu membuatnya kaya Dan, siapa yang disibukkan oleh Yang Maha Perkasa dan Maha Memaksa, niscaya tak se- orang pun yang mampu memberinya waktu luang.

 6. Melanjutkan Haji dengan Umrah atau Sebaliknya.

Maksudnya, jika telah menunaikan haji maka tunaikanlah umrah. Dan, jika telah menu- naikan umrah maka tunaikanlah haji, sebab keduanya saling mengikuti.

Dari Abdullah bin Mas'ud ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

"Lanjutkanlah haji dengan umrah kar- ena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu ke- cuali surga" (HR. Ahmad, Timidzi, Nasai).

Dalam riwayat lain, dari Ibnu Abbas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Lanjutkanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa- dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi." (HR. Nasai. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai 2/558)

Maka orang-orang yang menginginkan untuk dihilangkan kemiskinan dan dosa-dosa-nya hendaknya ia segera melanjutkan hajinya dengan umrah atau sebaliknya.

7. Banyak bersilaturahmi

Dari Abu Hurairah ra,  ia berkata : Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:

"Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umur- nya) maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim." (HR. Bukhari)

Masih dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:

"Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung sialturahim. Karena silaturahim adalah sebab adanya kecin- taan terhadap keluarga (kerabat dekat), sebab banyaknya harta dan bertambahnya usia." (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim)

 8. Banyak Sedekah

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan barang apa saja yang kamu nafkah- kan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya" (Saba [34]: 39)

9. Pandai Bersyukur

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu me- maklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyu- kur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepa- damu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim: 7)

10. Menafkahi Penuntut Ilmu

 Anas bin Malik ra, berkata, "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah saw.
Salah seorang menuntut ilmu pada majelis Rasulullah 25, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu ke pada Rasulullah (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu).

Maka Nabi ber- sabda, "Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia (HR. Tirmidzi, Hakim).

Dalam hadits ini, Nabi menjelaskan ke- pada orang yang mengadu kepadanya karena kesibukan saudaranya dalam menuntut ilmu agama, sehingga membiarkannnya sendirian mencari penghidupan (bekerja), bahwa ia tidak semestinya mengungkit-ungkit nafkah nya kepada saudaranya, dengan anggapan bahwa rezeki itu datang karena semata-mata dia bekerja. Padahal ia tidak tahu bahwasanya Allah membukakan pintu rezeki untuknya karena sebab nafkah yang ia berikan kepada saudaranya yang menuntut ilmu agama secara sepenuhnya.

11. Tunaikan hajat orang lain 

Menunaikan hajat orang menjadi sebab Allah lapangkan rezeki dalam bentuk ter-tunainya hajat sendiri, seperti sabda Rasulullah saw. :

"Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba, selama ia mau menolong sau- daranya" (HR. Muslim)

12. Membantu Orang-orang Lemah (miskin) 

Nabi saw. menjelaskan bahwa para hamba itu ditolong dan diberi rezeki disebabkan oleh orang-orang yang lemah di antara mereka.

Dari Mush'ab bin Sa'd ra. ia bercerita: Bahwasanya Sa'd ra. merasa dirinya memiliki kelebihan dibanding orang lain.

Maka Nabi saw. bersabda:

"Bukankah kalian ditolong dan diberi rezeki lantaran orang-orang lemah diantara kalian? " ( HR. Bukhari)

13. Hijrah di Jalan Allah 

Hijrah adalah keluar dari negeri kafir menuju negeri iman, sebagaimana para sa- habat yang berhijrah dari Mekah ke Madinah yang bertujuan untuk mendapatkan ridha Allah, sebagai kewajiban baginya dan untuk menolong saudaranya yang beriman dari permusuhan orang-orang kafir.

Dalil bahwa hijrah dijalan Allah termasuk kunci rezeki adalah Allah Ta'ala berfirman:

"Barang siapa hijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..." (An-Nisa [4]: 100)

Thursday, 28 December 2017

Teks Eksposisi, Deskripsi, Prosedur, dan Biograf lengkap sesuai kurikulum sekarang

Melengkapi Unsur Teks Eksposisi, Deskripsi, Prosedur, dan Biografi

https://brainofayn.blogspot.co.id/2017/12/teks-eksposisi-deskripsi-prosedur-dan.html

 Teks disebut juga bacaan. Bacaan terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf terdiri atas beberapa kalimat Paragraf adalah unit terkecil karangan yang terdiri atas kalimat pokok atau gagasan utama dan kalimat penjelas atau gagasan penjelas. Paragraf yang baik harus memenuhi kriteria berikut.

1. Memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.
2. Antarkalimat saling bertautan (berkoherensi) sehingga membentuk satu kesatuan.

Dalam melengkapi unsur teks, Anda harus memperhatikan koherensi. Koherensi perlu penataan urutan kalimat yang sistematis. Tanpa urutan baik, koherensi tidak akan kita peroleh Penanda koherensi antara lain pengulangan katalfrasa kunci, kata ganti, konjungsi antarkalimat, dan situasi. Konjungsi antarparagraf pada dasarnya sama dengan konjungsi antarkalimat.

Anda harus menentukan kalimat gagasan utama dari beberapa kalimat yang disediakan. Kalimat gagasan utama menggunakan kata-kata bermakna umum. Setelah itu, barulah Anda mencari kata kunci dari setiap kalimat. Kata kunci tersebut digunakan untuk menentukan gagasan utama.

1. Teks Eksposisi

Menurut Gorys Keraf dalam Eksposisi dan Deskripsi, eksposisi atau pemaparan adalah salah satu bentuk tulisan atau keterampilan berbahasa secara efektif yang berusaha untuk menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran. Pokok pikiran tersebut dapat memper luas pandangan atau pengetahuan seseorang yang membaca uraian tersebut.

Secara umum, teks eksposisi merupakan bacaan yang memaparkan sejumlah penge- tahuan atau informasi. Penulis berusaha mem- beritahukan, memaparkan, menguraikan, atau menerangkan sesuatu kepada pembaca.

Tujuan yang ingin dicapai penulis adalah agar pembaca mendapat informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya.

Ciri-ciri teks eksposisi sebagai berikut.

a. Penulis berusaha menjelaskan sesuatu se- cara objektif, tidak ada unsur-unsur bersifat subjektif.

b. Gaya penulisan bersifat informatif. Tujuan dari pemaparan paragraf eksposisi adalah menambah pengetahuan pembaca. Selain itu, eksposisi memberi informasi sejelas- jelasnya tentang masalah yang dipapar kan.

c. Teks memuat fakta, gambaran peta, dan angka-angka yang terdapat di lapangan Fakta dipakai sebagai bentuk penyumbang utama dan bersifat konkret.

Struktur teks eksposisi terdiri atas tiga bagian. Pertama, bagian tesis merupakan pen dapat atau opini. Kedua, bagian argumentasiTeksu alasan yang merupakan isi. Ketiga, bagian penegasan ulang dari pendapat sebelumnya yang merupakan bagian penutup.

2. Teks Deskripsi

Teks deskripsi berisi penggambaran sebuah objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat sendiri objek yang digam- deskripsi menggambarkan sesuatu dengan kata-kata secara jelas dan terperinci Aspek yang digambarkan, misalnya tentang keindahan alam, keadaan jasmani, watak, atau perasaan seseorang.

Ciri-ciri teks deskripsi sebagai berikut.
 a. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.

 b. Melibatkan kesan indra sehingga gambaran objek menjadi jelas.

c. Membuat pembaca atau pendengar me- rasakan sendiri atau mengalami sendiri terhadap objek yang diamati penulis

d. Menjelaskan secara terperinci ciri-ciri objek, seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek Struktur teks deskripsi terdiri atas identifi kasi dan deskripsi. Identifikasi berupa gambar- an umum tentang suatu objek.

Bagian deskripsi berisi ciri-ciri khusus benda, tempat, atau orang yang dideskripsikan

3. Teks Prosedur

 Teks prosedur adalah jenis yang menunjukkan dan menjelaskan sebuah proses dalam membuat atau mengoperasikan sesuatu. membuat atau mengoperasikan se- Proses suatu dikerjakan melalui langkah- langkah sistematis dan teratur. Langkah-langkah dalam eks prosedur harus dilakukan agar suatu tindakan dapat terlaksana dengan baik. Pada teks prosedur, langkah-langkah itu merupakan urutan yang biasanya tidak dapat diubah urutan- nya. Langkah awal menjadi penentu langkah- langkah berikutnya.

Ciri-ciri kalimat dalam teks prosedur se- bagai berikut.

a. Menggunakan pola kalimat perintah yang berupa:
1) kata kerja tanpa imbuhan me
2) partikel -lah, dan
3) kata larangan jangan.

b. Teks prosedur kadang-kadang mengguna kan bentuk saran, seperti sebaiknya dan hendaknya.

c. Kalimat yang digunakan jelas, logis, dan singkat.

 Struktur teks prosedur terdiri atas tujuan dan langkah-langkah Tujuan dalam teks prosedur adalah hasil akhir yang akan dicapai. Langkah- langkah adalah cara-cara yang ditempuh agar tujuan tercapai.

4. Teks Biografi

 Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup dan graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Biografi secara sederhana, dapat dikatakan sebagai kisah riwayat hidup seseorang. Biografi dapat berbentuk beberapa baris kalimat saja, tetapi juga dapat berupa lebih dari satu buku.

Biografi menganalisis dan menerangkan kejadian-kejadian hidup seseorang. Biografi sering menceritakan seorang tokoh sejarah.

Tidak jarang juga biografi menceritakan orang yang masih hidup. Banyak biografi ditulis secara kronologis. Beberapa periode waktu tersebut dapat dikelompokkan berdasar tema- tema utama tertentu. Tema-tema tersebut misalnya "masa-masa awal yang susah" atau "ambisi dan pencapaian". Walaupun begitu, ada beberapa biografi yang fokus pada topik-topik atau pencapaian tertentu

Kata penghubung atau Konjungsi

Menggabungkan Beberapa Kalimat dengan Konjungsi yang Sesuai



Konjungsi atau kata penghubung merupakan kata yang menghubungkan kata, frasa, atau kalimat. Berikut ini merupakan jenis-jenis kata penghubung.

1. Konjungsi Koordinatif

 Contoh: dan, serta, tetapi, sedangkan, melainkan, atau

 2. Konjungsi Korelatif

Contoh:
 a. baik .....maupun
 b. tidak....... tetapi
c. bukan...... melainkan
d. sedemikian...... sehingga
e. entah........ entah
f. jangankan ........pun

https://brainofayn.blogspot.co.id/2017/12/kata-penghubung-atau-konjungsi.html

 3. Konjungsi Subordinatif

 a. Subordinatif waktu

Contoh:
 ketika sejak, sambil, selagi, sesudah, sebelum

 b. Subordinatif syarat

 Contoh: jika, kalau, jikalau, asal, bila, manakala

c. Subordinatif tujuan
Contoh: agar, supaya, biar

d. Subordinatif pengandaian
Contoh: andaikata, seandainya, umpamanya

e. Subordinatif konsesif

Contoh: biarpun, walaupun, meskipun

f. Subordinatif pembandingan

 Contoh seperti, bagai, seolah-olah, seakan-akan

g. Subordinatif sebab

 Contoh: oleh karena itu, oleh sebab itu, sebab, karena

h. Subordinatif hasil/akibat

Contoh: sehingga, sampai, maka

 i. Subordinatif atributif

 Contoh: yang

 j. Subordinatif perbandingan

Contoh: sama dengan lebih daripada

k. Subordinatif komplementatif

 Contoh: bahwa

 4. Konjungsi Antarkalimat

Contoh:

oleh karena itu, walaupun demikian, akan tetapi, bahwasanya, sebaliknya, selain itu, kecuali itu, lagi pula

Menulis Sapaan, Gelar, dan Singkatan Yang Benar

Menulis sapaan, Gelar, dan Singkatan

1. Sapaan

 Kata sapaan digunakan untuk menyapa seseorang. Kata sapaan akan menjadi kata sapaan penunjuk hubungan kekerabatan dan kata sapaan hormat. Kata sapaan penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu saudara, kakak, adik, dan paman yang diguna- kan dalam penyapaan diawali dengan huruf kapital

Contoh:

a. Adik bertanya, "Itu apa, Bu?"
b. Besok Pamanku datang dari Medan

http://brainofayn.blogspot.co.id/2017/12/menulis-sapaan-gelar-dan-singkatan-yang.html


Sementara itu kata sapaan hormat, biasa- nya ditulis pada surat resmi. Sapaan hormat yang dimaksud adalah yang terhormat. Dalam penulisan, sapaan hormat tersebut disingkat menjadi yth. Dalam bahasa tulis, huruf awal singkatan sapaan hormat ditulis dengan huruf besar atau kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Yth. digunakan untuk menyapa orang-orang yang patut dihormati. Biasanya digunakan untuk menyapa orang yang lebih tua atau orang yang punya jabatan penting.

2. Gelar dan Singkatan

Gelar kehormatan, keturunan, dan ke- agamaan yang dikuti nama orang ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:

a. Gelar kehormatan: Mahaputra Yamin
b. Gelar keturunan: Raden Mas Said
c. Gelar keagamaan: Haji Sulaiman, Pendet Jefri

Singkatan dalam bahasa Indonesia ada bermacam-macam. Di antaranya singkatan nama orang, nama gelar bangsawan (kehormatan gelar kesarjanaan, atau pangkat. Ketiga sing- katan tersebut ditandai dengan tanda titik.

Contoh:

a. Singkatan nama orang: Anang F, Gendis C.W

b. Singkatan nama gelar bangsa (kehormat- an): R.M. Ontowiryo, RA. Kartini

c. Singkatan gelar kesarjanaan: ldayu, S.H. (dayu Sarjana Hukum), Prat SE. (Pratiwi Sarjana Ekonomi)

d. Singkatan nama pangkat: Kol. Bagus Haryana, Brigjen Heru Pranowo.

3. Penulisan Nama Kota

Huruf awal nama kota atau nama geografi ditulis dengan huruf kapital,misalnya Prabumulih, Purwakarta, Ponorogo, dan Pontianak.

4. Penulisan Kata Depan, Kata Tugas

Kata depan di ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap satu kata seperti kepada dan daripada.

Contoh:

a. Bermalam sajalah di sini.
b. Di mana dia sekarang?
c. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung.
d. Beliau ikut terjun ke tengah medan per- tempuran
e. Mari kita berangkat ke pasar malam. Bibiku baru datang dari Surabaya.
g. Cincin itu terbuat dari perak.

Monday, 21 August 2017

Pertarungan Robot Raksasa

Ilustrasi Robot

   " Duel. Robot. Raksasa. "- tiga kata yang mengguncang internet pada tahun 2015, ketika MegaBots menantang rekan Jepang mereka, Suidobashi, untuk bertarung mecha. Dua tahun kemudian, sepertinya duel itu akhirnya bisa terjadi, dengan MegaBots pada bulan april yang  lalu  mengumumkan tanggal untuk acara tersebut yaitu pada bulan  Agustus 2017.

    Sebelumnya, pada musim panas 2015, MegaBots, inc. Menyelesaikan pembangunan robot percobaan pertama mereka di Amerika Serikat. Mark II adalah robot setinggi 15 kaki, 12 ton yang mampu melemparkan proyektil 3kg  dengan kecepatan lebih dari 130 m/jam.

       Setelah menyelesaikan  Mk. II, MegaBots menantang sebuah robot seberat 9 ton  yang dikenal sebagai KURATAS yang dibuat oleh sebuah kelompok di Jepang yang dikenal sebagai Suidobashi Heavy Industries

          Tantangan diterima. Suidobashi Heavy Industries menyetujui tantangan MegaBots dengan syarat pertarungan tersebut termasuk pertarungan jarak dekat.

          Saat ini, MegaBots telah menciptakan Mk III yang diberi nama Eagle Prime. Eagle Prime adalah MegaBot kelas Mk.III pertama dari MegaBots, Inc. Bobotnya mencapai 12 ton, tingginya 16 kaki, dua kursi, didukung oleh mesin 430 tenaga kuda V8 LS3, dan menghabiskan biaya mencapai  2.5 juta dollar Amerika.

          Eagle Prime akan mewakili Team USA dalam Duel Robot Raksasa yang akan datang melawan Suidobashi Heavy Industries.

          Sedangkan kubu Suidobashi masih menyembunyikan kemampuan KURATAS sejak Megabots menantang mereka dua tahun yang lalu.

          Mark III dapat digambarkan sebagai power puncher / slugger. Tidak hanya itu mungkin lebih tinggi dan lebih berat, namun tes senapannya tampaknya menunjukkan bahwa itu juga membawa pukulan yang lebih besar. Lalu ada penjapit raksasa dan gergaji mesin yang bisa mengubah Kuratas menjadi logam bekas di flat kedua.

           Kuratas, di sisi lain, kemungkinan akan menjadi lebih kecil, lebih cepat dan lebih gesit dari Mk.III. Penyetelan roda, bersama dengan tangan yang tangkas, seharusnya menjadikannya petarung  yang lebih taktis, mampu bergerak masuk dan keluar dari jangkauan.

             Berbicara tentang jarak, senapan Gatling  6.000 putaran per menit bisa mengakhiri pertarungan sebelum benar-benar dimulai. Dan mungkin siapa pun yang akrab dengan manga dan anime Jepang akan mengatakan kepada anda bahwa Kuratas kemungkinan akan memiliki pedang besar seperti dalam  Anime Gundam. :D

            Namun  demikian,  bagaimana  pertarungan  akan  berlangsung  sangat sulit diprediksi. Sebagian besar karena gagasan awalnya adalah bahwa kedua robot itu akan memiliki pilot manusia di kapal. Sehingga penggunaan senapan Gatling dan gergaji mesin raksasa memang sedikit tidak pasti.

                  Pertarungan tersebut mungkin akan menjadi langkah pertama menuju masa depan dimana robot raksasa akan bertempur di liga yang terorganisir.


               Bersiaplah untuk menyaksikan hiburan olahraga paling luar biasa yang pernah ada di dunia, pertarungan robot antar  negara.  Raksasa akan mengayunkan pukulan, merobek panel baja satu sama lain sampai  salah satu dari mereka hanya menyisakan setumpuk logam bekas.

                                 Selamat datang di olahraga masa depan.

Legenda Desa Peneket

Penulis Aji Ammarudin

Ilustrasi Legenda Desa Peneket

 
            Tersebutlah zaman dahulu kala, ada wilayah yang belum berpenghuni, lalu ada beberapa orang hebat yang mampu membuka lahan atau sering dikanal dengan istilah “Babat Alas”. Sebutan Babat Alas ini berasal dari dua kata, Yakni : Babat dan Alas, Babat yang berarti pangkas, dan Alas yang berarti hutan. Sehingga Babat Alas dapat diartikan sebagai pembukaan lahan hutan untuk dijadikan pemukiman penduduk.
Desa Peneket adalah salah satu desa di Kecamatan Ambal. Desa ini dahulu tidak bernama Desa Peneket, namun bernama Desa Arjowinangun. Desa Peneket dibagi menjadi 6 pedukuhan. Dan dari cerita yang berkembang di masyarakat, setiap pedukuhan itu memiliki tuan babat alas masing masing. Namun sampai saat ini hanya tinggal 3 pedukuhan yang masih diketahui tuan babat alasnya. Yaitu Dukuh Bokoran, Kesingan dan Borangan. 3 Dukuh lainnya adalah Bekelan, Jenengan, dan Peneket.
Pada awal berdirinya desa, kelima tuan babat alas berkumpul dan menyatukan pendapat mereka untuk membentuk persatuan masyarakat yang semakin banyak dipedukuhan mereka masing masing menjadi sebuah desa. Dari sana tercetuslah Nama Arjowinangun (hardjowinangoen) sebagai nama desa ini.
Pada awal berdirinya, desa ini cukup makmur, sampai suatu ketika hampir semua sumber air di desa tersebut kering dan hanya satu yang masih menghasilkan air. Tak pelak warga desa tersebut berebutan mengambil air dari sumur tersebut setiap hari. Akhirnya para Pendiri Desa Arjowinangun berkumpul untuk membahas masalah tersebut. Tanpa perdebatan panjang, diterimalah satu pendapat dari Nyai Gendung pendiri Dukuh Kesingan, usulannya yaitu melakukan pembagian hari pengambilan air. Awalnya kesepakatan ini berjalan sebagaimana mestinya, namun lama kelamaan Mbah Rogo Sumangsang (bukan nama sebenarnya) melanggar kesepakatan tesebut dengan seenaknya mengambil air di hari orang lain. Dari hal itu terjadilah kekacauan pengambilan air sebagai kebutuhan pokok saat itu.
Dengan perhitungan yang matang, Mbah Wirontani menyerang mbah rogo sumangsang yang sudah semakin menjadi jadi. Terjadilah perang antara dua pendiri tersebut. Mbah Wirontani dari dukuh bokoran dan Mbah Rogo Sumangsang dari Dukuh Borangan. Pertarngan keduanya terus berlanjut, sampai Mbah Wirontani diberi tahu oleh Nyai Gendung bahwa Mbah Rogo Sumangsang tidak akan pernah mati selama masih menapak bumi.
Singkat cerita Mbah Wirotani menyerang Mbah Rogo Sumangsang dengan senjatanya, ketika Mbah Rogo Sumangsang tidak berdaya, ia segera menempatkan tubuh Mbah Rogo Sumangsang di atas sebatang pohon besar, tamatlah hidup seorang Rogo Sumangang. Dari sana lah mbah Rogo Sumangsang mendapat namanya “Rogo Sumangsang”. Nama Rogo Sumangsang memiliki arti yaitu, rogo yang berarti tubuh, dan sumangsang yang berarti tersangkut. Dan sampai saat ini belum diketahui nama asli Mbah Rogo Sumangsang.
Setelah kematian Rogo Sumangsang, berangsur angsur sumber air di Desa Arjowinangun kembali pulih. Lalu para pendiri desa yang kala itu sudah mulai sepuh kembali berkumpul untuk membicarakan tantang penamaan ulang desa ini. Dengan tujuan untuk membersihkan sejarah kelam dari Desa Arjowinangun, nama desa ini di ubah menjadi Desa Peneket.

Kini makam beberapa pendiri desa itu ada di Desa Peneket dan di pedukuhan yang didirikan masing masing. Cerita tentang lahirnya Desa Peneket dapat dibilang cerita yang sudah sangat kuno, seghingga sangat minim sumber yang bisa digali tentang kebenaran cerita diatas.

Saturday, 5 August 2017

Dampak Korupsi TERBESAR Bagi Masyarakat Indonesia




Dampak Korupsi Bagi Masyarakat Indonesia
Ilustrasi Tindakan Korupsi

Jika kita membicarakan hal tentang dampak korupsi bagi masyarakat Indonesia maka seperti halnya meenguras air lautan di lautan lepas. Mengapa demikian, karena pandangan tentang dampak korupsi tentunya mempunyai efek yang luar biasa banyaknya dan mungkin tidak akan habis jika kita sebutkan. Seperti halnya kalimat yang tidak bertitik. Dampak korupsi akan mempengaruhi segala bidang kehidupan entah itu agama, budaya, politik,dll.
Dengan dikaruniai tanah air yang begitu luas. Indonesia merupakan wilayah yang sangat beragam, mulai dari perbedaan bahasa, suku, ras,dsb. Tentunya apabila korupsi terjadi maka tidak akan tidak berimbas pada tata laku kehidupan yang sedang berlangsung di Indonesia. Dan ini akan berlangsung secara terus-menerus dan akan menyebabkan masyarakat menanggung akibat dari tindakan tersebut.
Mengapa tindakan korupsi bisa sampai segitu besarnya berdampak bagi masyarakat, karena korupsi sendiri berasal dari bahas latin yaitu corruption atau corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok,menyembunyikan. Dari arti tersebut maka dapat disimpulkan yaitu tindakan seseorang yang mempunyai jabatan yang menyangkut public atau orang banayk, baik itu pegawai Negara yang bekerja di bidang pendidikan, politik, kenegaraan,dll serta pihak yang terlibat dalam suatu tindakan yang menyalahgunakan kepercayaan publikadipercayakan atau dikuasakan kepada mereka unrtuk mengurus kepentingannya sendiri dan mengambil keuntungan secara sepihak yang dilakukan secara tidak wajar dan illegal yang menyimpang dari asas kemanusiaan.




 Dari berbagai sudut pandang tindakan korupsi akan mempunyai perbedaan pendapat yang masing- masing intinya akan sama. Contohnya dalam sudut pandang hokum tindakan korupsi yaitu tindakan yang melawan hokum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan,sarana,memperkaya diri sendiri,orang lain,ataupun juga untuk kepentingan suatu kelompok yang dinilai merugikan  perekonomian Negara dan keuangan Negara.
Sebenarnya tindakan korupsi dilatarbelakangi oleh adanya sikap mementingkan diri sendiri dan cenderung fokus pada materi duniawi. Hal ini juga akibat kurangnya pendidikan yang mengarah pada efek dan beheaya atau yang mencakup tindakan korupsi sendiri. Selain itu karena yang difikirkan cuma mengarah pada tujuanya saja untuk hal-hal yang sebenarnya itu merupakan hal sepele. Namun dikarenakan cara pandang dan tidak berfikir luas dalam artian tidak mau menerima hidup social. Karena sejatinya manusia hidup guna saling membantu sesame dan tidak merugikan satu sama lain.
            Dalam beberapa kasus yang terjadi tindakan korupsi yang paling dirasakan oleh orang awam adalah kefatalan dalam berdemokrasi. Hal ini dapat dikatakan karena dari dulu hingga sekarang masih adanya tradisi “serangan fajar”. Tradisi tersebut sudah seperti syarat untuk berdemokrasi. Biasanya tindakan tersebut terjadi di desa- desa terpencil yang mayoritas warganya berlatarbelakang ekonomi yang kurang serta pendidikan dan wawasan yang kurang terpenuhi. Namun tindakan tersebut juga banyak terjadi dikota- kota besar dengan cara yang dilakukan secara tidak langsung. Seperti contohnya dengan adanya pembagian- pembagian barang yang beratasnamakan kelompoknya. Tentunya hal tersebut secara tidak langsung juga sama saja dengan “serangan fajar”. Bukti secara langsung yang mungkin bias meyakinkan yaitu di desa serangan fajar terjadi sekitar pukul 2-3 pagi. Biasanya dari atasan suatau kelompok akan memilih seseorang yang dipercaya untuk melakukan hal tersebut. Misal dari provinsi akan membagiukan kesetiap kabupaten atau kota dilanjutkan ke desa- desa dan seterusnya. Selama ini yang di dapat di survey yaitu biaya pada setiap warga yang didapat sekitar 50 ribu sampai 70 ribu. Namun itu hanya untuk orang awam. Sedangkan orang yang diberi tugas supaya membagikan uang tersebut mendapat 100 ribu hingga 200 ribu. Untuk memenangkan dalam demokrasi tentunya harus mampu  merogoh kocek yang dalam. Jadi apabila ingin memenangkan dalam demokrasi kocek yang dibagi- bagika ke warga tentunya haru lebih tinggi dari yang lainya.
            Jadi dapat disimpulkan bahwa “serangan fajar” adalah suatu imbalan uang ataupun sejenisnya bagi siapa saja yang mau membantunya dalam pemilihan pada saat pemilu berlangsung dimana imbalan tersebut bersifat sogokan yang dilakukan oleh pasangan calon pemilu. Serangan fajar dapat dikatakan korupsi karena tindakan tersebut bersifat sogokan, tawaran ataupun yang lainya. Faktanya pasangan calon akan menghabiskan kocek berkisar sampai 1 M. Tentunya pasangan calon tidak begitu saja memiliki kocek segitu banyaknya. Dan mereka sering melakukan hal apa saja guna mendapatkan jabatan yang diinginkan. Mulai dari berhutang ke kerabat, teman, atasan, dan bank. Dengan cara demikian akan tidak mungkin tidak memunculkan pikiran untuk korupsi pada saat terpilih pada saat demokrasi.




            Dalam bidang ekonomi, dampak korupsi akan berdampak secara langsung bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia.   Lebih dari 200 juta penduduk di Indonesia ekonomi masyarakat Indonesia masih minim. Angka kemiskinan, pengangguran, dan buta huruf tinggi. Padahal dengan wilayah yang begitu luasnya yang terdiri dari daratan dan lautan yang terdiri dari beribu ribu pulau dengan SDA yang sangat kaya, Indonesia masih dibawah tingakt standar ekonomi. Mungkin dikarenakan Indonesia masih dalam Negara berkembang. Namun hal itu bukanlah penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana system pemerintahan yang ada agar bekerja secara optimal tanpa adanya tindakan korupsi. Dengan kekayaan alam yang berlimpah mulai dari minyak, batu bara, emas, karet, gas alam dan masih banyak lagi secara logika maka Indonesia tidak pantas dengan tingkat masalah kemiskinan penduduk yang ada. Masalah ini mungkin hanya dapat diatasi apabila semua warga Indonesia bersikap jujur dan adil. Tidak lagi adanya kasus korupsi yang terjadi. Sehingga hubungan antara penduduk dan pemerintah akan harmonis dan tentunya akan berakibat pada kemajuan tingkat ekonomi di Indonesia.
            Tindakan korupsi juga akan berdampak pada pertahanan dan keamanan di Indonesia. Pada saat warga Indonesia sibuk mengurus adanaya kekacauan akibat tindakan korupsi. Hal ini akan berdampak pada pengawasan pertahanan dan keamanan Negara Indonesia. Mulai dari masalah penduduk tentang meningkatnya kekerasan yang terjadi di dalam masyarakat. Karena tidak pekanya pemerintah pada masalah yang muncul akibat kesibukannya mengurus tindakan korupsi. Kekerasan bagi kaum perempuan tentunya akan meningkat dan pada anak- anak tidak akan terhentikan lagi. Baru baru ini tindakan kekerasan sering muncul di dalam masyarakat Indonesia. Geng motor yang meresahkan warga karena ulah dan tindakanya, penytelundupan narkotika dan obat- obatan terlarang dan lain sebagainya.
            Lemahnya garis batas Negara juga akan terkena dampaknya akibat tindakan korupsi. Fakta membuktikan bahwa sering terjadi penangkapan ikan secara liar melebihi batas Negara Indonesia sendiri. Dan juga batas wilayah daratan Indonesia yang semakin hari semakin sempit akibat ulah Negara tetangga yang memanfaatkan momen dimana warga Indonesia sedang sibuk mengurus masalah intern Negara. Sering juga terjadi aksi tawuran pelajar sampai adanya teroris dengan aksi bom bunuh dirinya. Akibat tindakan korupsi juga mempengaruhi SDM warga Indonesia. Penduduk akan merasa bahwa pemerintahan tidak bias menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Hal ini mengakiobatkan penduduk tidak percaya terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga SDM akan memburuk atas kepercayaan terhadap pemerintah yang kurang. Dan juga akibat tugas pemerintah yang tidak berjalan maka SDM akan tertinggal pada era yang sedang terjadi. Mulai dari informasi yang minim akan menurunkan wawasan dan pengetahuan penduduk. Sehinggak kondisi SDM yang ada akan terbelakang dari era modern ini.




            Sebagai Negara hukum, Indonesia akan memegang semua kendala yang ada dengan landasan hukum yang ada yaitu UUD 1945. Semua tentang mencakup hukum termasuk institusi penegak hukum adalah hal yang mempunyai peran penting dalam menegakkan hukum di Indonesia. Jika tidak bias berjalan dengan baik maka hukum di Indonesia akan rusak hanya karena ulah penegak hukum. Dampak dari tindakan korupsi juga akan dirasakan di lingkungan hukum di Indonesia. Dikarenakan hukum adalah hal yang paling mendasar untuk hidup bermasyarakat dan bernegara maka akan memunculkan tindakan korupsi yang sering dalam bentuk sogokan ataupun tyawaran berupa uang dan sejenisnya guna terbebas dari hukum yang ada. Karena manusia mempunyai nafsu maka sering manusia lupa akan jati diri mereka karena nafsu yang ada. Seringkali terjadi tindakan penyuapan pada institusi hukum dengan iming-iming uang sampai miliaran rupiah. Tindakan ini tentunya akan melemahkan hukum yang ada.
            Atas tindakan penyuapan dan lainya akan merusak moral intitusi penegak hukum yang bias merugah hukum sesuai kehendaknya sendiri tanpa memikirkan pertimbangan yang lainya dan langsung mengambil keputusan secara hati- hati. Selain itu kepercayaan masyarakat terhapad institusi hukum akan melemah. Dan akhirnya atas banyaknya kasus yang ada karena penyuapan bias menyelesaikan hukum dan merubah hukum maka masyarakat akan hilang kepercayaanya terhadap instutisi hukum dan beranggapan akan bisa diganti dengan uang dan sejenisnya. Karena hanya yang ber-uang saja yang bias merubah hukum maka tentunya akan merusak pada tata ekonomi yang ada. Masyarakat kecil akan tersisih di mata hukum dan digeser oleh masyarakat yang ber-uang. Tak hanya itu, penegakan hukum akan terjadi tidak merata di masyarakat.
            Kualitas dalam pelayanan publik akan terganggu apabila ada tindakan korupsi di Indonesia. Dampaknya akan langsung ke publik. Hal yang mendasar dari kualitas pelayanan public dikarenakan kemungkinan pada waktu menjadi siswa ataupun pelajar suka menyogok instansi terkait untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sehingga hasil yang telah tercapai tidak sesuai dengan kemampuan untuk melaksanakan tugasnya dan akhirnya apabila melaksanakan tugas dalam pelayanan public akan terlaksana tapi tidak secara maksimal dan tidak sesuai dengan tingkat kualitas yang ada. Contohnya dalam masalah e-ktp yang belum lama terjadi. Karena dana untuk mengurus e-ktp seluruh masyarakat Indonesia di korupsi sampai dengan setengahnya lebih dari dana yang ada. Maka dalam pelayanan public terganggu dan tertunda selama berbulan- bulan. Hal ini menyebabkan masyarakat yang akan membuat e-ktp jadi tertunda sampai blangko e-ktp turun dari pemerintah. Dan pada waktu sudah turun juga akan menyebabkan antrian yang sangat panjang dan lama sampai berjam- jam. Sudah antri juga belum tentu dapat di hari yang sama. Tentunya hal ini akan meresahkan masyarakat dan membuat tidak nyaman dengan pelayanannya.
            Pembangunan sarana dan prasarana publik akan tertunda dan mungkin akan terancam dibatalkan akibat terkena dampak dari korupsi sendiri. Sudah tidak sedikit masyarakat yang ,mengeluhkan hal tersebut. Khususnya di wilayah yang jauh dari pantauan pemerintah setempat. Misalnya pembuatan jalan yang tertunda sampai bertahun- tahun padahal jika diuji kelayakan pakai  akan sangat jauh dari titik aman. Pembangunan jembatan yang menghubungkan desa yang memegang peranan penting bagi penduduk setempat yang tertunda. Padahal penduduk sangat memerlukan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari- hari seperti bekerja, belajar, dan sebagainya.
            Angka kematian yang ada di Indonesia khususnya yang diakibatkan oleh kecelakaan dalam berlalulintas terkesan sangat tinggi. Hal ini juga masih ada kaitanya dengan praktik tindakan korupsi di Indonesia. Korupsi yang ada yaitu adanya calo atau yang sering dikenal dengan “nembak” pada saat pembuatan SIM atau Surat Izin Mengemudi. Syarat utama dalam berkendara kendaraan motor harus memiliki SIM. Dan jika tidak atau belum mempunyai SIM maka akan terkena sanksi atau pelanggaran yang sering disebut TILANG. Karena masyarakat Indonesia cenderung lebih hati- hati supaya tidak terkena “TILANG”, maka segala cara untuk mendapatkan SIM akan dilakuakan termasuk dengan jalan “nembak”. Tentunya hal ini akan berdampak pada aktivitas berkendara ketika di jalan raya. Walaupun sudah mempunyai SIM tetapi hasil dari penyogokan atau “nembak”, maka dalam berkendara belum tentu bias sesuai peraturan yang ada. Karena sejatinya belum mempunyai SIM sebenarnya.

Wednesday, 12 July 2017

Mau Lulus SBMPTN?? Jangan sampai anda tidak tahu hal ini


SBMPTN adalah salah satu jalur seleksi secara nasional untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tertulis. Berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan SBMPTN, ujian tertulis ini menunjukan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta ataupun PTN yang bersangkutan.



Dalam soal TPA, ada soal tentang sinonim (persamaan kata), nah ini adalah daftar sinonim yang bisa kamu save di timeline kamu untuk belajar nanti

DAFTAR SINONIM

Abrasi = Pengikisan
Absah = Sah
Absolut = Mutlak
Absurd = Janggal
Acum = Rujukan
Ad interim = Sementara
Adjektiva = Kata sifat
Afeksi = Kasih sayang
Agresi = Serangan
Agunan = Jaminan
Ahli = Pakar
Akselerasi = Percepatan
Akurat = Seksama
Almanak = Penanggalan
Ambiguitas = Bermakna ganda
Andal = Tangguh
Anemia = Kurang darah
Anggaran = Aturan
Anjung = Panggung
Antagonis = Berlawanan
Anulir = Abolisi
Api = Barah
Aplikasi = Pelaksanaan
Arogan = Sombong
Artis = Seniman
Asa = Harapan
Asterik = Tanda bintang
Asumsi = Anggapan
Bahari = Laut
Bahtera = Perahu
Bala = Bencana
Bandela = Peti kemas
Barbar = Tidak beradab
Berdikari = Mandiri
Bergaul = Berteman
Berongsang = Marah-marah
Berpretensi = Prasangka
Bhineka = Berbeda-beda
Bicu = Dongkrak
Biologi = Hayati
Bisa = Dapat
Boga = Makanan kenikmatan
Bonafide = Dapat dipercaya
Bromocorah = Residivis
Bubut = Cabut
Bukti diri = Identitas
Bungalow = Pesanggrahan
Bura = Sembur
Burkak = Cadar
Centeng = Body guard
Citra = Gambaran
Copyright = Hak cipta
Dampak = Akibat
Darma = Pengabdian
Daur = Siklus
Deduksi = Konklusi
Defleksi = Penyimpangan
Dehidrasi = Kehilangan cairan tubuh
Dekade = Dasa warsa
Dekadensi = Kemerosotan moral
Delusi = Ilusi
Demagog = Tiran
Demisioner = Habis masa jabatan
Deportasi = Pembuangan ke luar negeri
Derivasi = Afiksasi
Deskripsi = Pelukisan
Diagnosis = Penaksiran
Dialog = Obrolan
Dikotomi = Dibagi dua
Dinamis = Bergerak maju
Disharmoni = Tidak selaras
Diskriminasi = Subordinat
Disorientasi = Salah tujuan
Disparitas = Perbedaan
Dispensasi = Pengecualian
Ditenggak = Ditelan bulat-bulat
Divestasi = Pelepasan
Dominasi = Penguasaan
Donasi = Bantuan
Dosis = Takaran
Dursila = Jahat
Ebi = Udang kering
Ebonit = Kayu hitam
Ekonomis = Hemat
Eksibisi = Perunjukan
Ekskavasi = Penggalian
Eksklusif = Tertentu
Ekspansi = Perluasan
Eksploitasi = Pendayagunaan
Ekspresi = Aktualisasi diri
Ekstensi = Perluasan
Ekuilibrium = Keseimbangan
Elaborasi = Penjelasan terperinci
Embargo = Larangan
Embarkasi = Keberangkatan
Empati = Ikut merasakan
Empiris = Realitas
Endemi = Wabah
Epilog = Penutup
Ereksi = Birahi
Estetika = Keindahan
Estimasi = Perkiraan
Etos = Pandangan hidup
Evakuasi = Pengungsian
Evaluasi = Penilaian
Evokasi = Penggugah rasa
Fauna = Hewan
Fenomena = Kenyataan
Fertile = Subur
File = Arsip
Fitnah = Rekaan
Flegmatis = Bertemperamen lamban
Flora = Tanaman
Forum = Lembaga
Frekuwensi = Sinyal
Friksi = Bentrokan
Frustasi = Putus Harapan
Fundamental = Mendasar
Fungi = Jamur
Fusi = Gabugan
Futuristis = Menuju masa depan
Galat = Keliru
Gemar = Getol
Generik = Umum
Genjah = Cepat berbuah
Genre = Aliran
Geothermal = Panas bumi
Getir = Pahit
Global = Dunia
Glosarium = Kamus ringkas
Gongseng = Sangrai
Grasi = Pengampunan hukuman dari presiden
Green belt = Jalur hijau
Harmonis = Serasi
Harta benda = Mal
Hayati = Hidup
Hedonisme = Hura-hura
Hegemoni = Intervensi
Hepotenusa = Sisi miring
Herbi = Berhubungan dengan tumbuh-tumbuhan
Heroisme = Jiwa kepahlawanan
Heterogen = Tidak sejenis
Higienis = Bersih
Hiperbola = Berlebihan
Holistik = Keseluruhan
Homogen = Sejenis
Huma = Lahan
Humanisme = Kemanusiaan
Identitas = Bukti diri
Imbas = Efek
Imbasan = Isapan
Implikasi = Akibat
Implisit = Tersirat
Impulsif = Spontan
Indolen = Lesu
Infiltrasi = Penyusupan
Inheren = Melekat
Injeksi = Suntik
Inovasi = Penemuan
Insentif = Bonus
Insinuasi = Sindiran
Insomnia = Tidak bisa tidur
Inspeksi = Pemeriksaan
Insting = Naluri
Instruktur = Pelatih
Instrumental = Fragmental
Interaksi = Hubungan
Interpelasi = Hak bertanya
Intuisi = Bisikan Hati
Invasi = Pencaplokan
Investigasi = Pemeriksaan
Ironi = Bertentangan dengan harapan
Iterasi = Perulangan
Info 3 SMA
Jajak = Telaah
Jargon = Slogan
Jeda = Jarak
Jemawa = Angkuh
Jumantara = Awang-awang
Kaldera = Kawah
Kampiun = Juara
Kapital = Modal
Kapling = Tanah yang sudah dipetak-petak
Karakteristik = Ciri
Karat = Zat oksidasi
Karnivora = Hewan pemakan daging
Kawat = Dawai
Kecenderungan = Kesamaan
Kedap = Rapat
Kekeh = Gelak tawa
Kelenger = Pingsan
Keletah = Genit
Kendala = Hambatan
Khayalan = Imajinasi
Kisi-kisi = Terali
Klarifikasi = Penjelasan
Klimaks = Titik puncak
Kolaborasi = Kerja sama
Kolong = Rongga di bawah rumah
Komedi = Lawak
Kompatriot = Rekan senegara
Kompendium = Ringkasan
Komplotan = Persekutuan
Konduite = Perilaku
Kondusif = Aman
Konfiden = Yakin
Konfrontasi = Pertikaian
Konkaf = Cekung
Konklusi = Kesimpulan
Konkret = Nyata
Konkurensi = Sengketa
Konsensus = Mufakat
Konservasi = Perlindungan
Konspirasi = Persekongkolan
Konstan = Kontinu
Kontemporer = Pada masa ini
Kontiniu = Bersambung
Kontradiksi = Pertentangan
Konveks = Cembung
Konvoi = Pergerakan
Korelasi = Hubungan
Koreografi = Ilmu tari
Kreasi = Ciptaan
Kredibel = Andal
Kredibilitas = Dapat dipercaya
Krusial = Penting
Kudeta = Perebutan kekuasaan
Kudus = Suci
Kuliner = Masakan
Kulminasi = Klimaks
Kuno = Antik
Laba = Keuntungan
Landskap = Pertamanan
Latif = Indah
Legal = Sah
Liga = Perserikatan
Loka = Tempat
Majemuk = Beragam
Makar = Muslihat
Makelar = Pialang
Mal = Harta benda
Mala = Bencana
Manunggal = Bersatu
Mayapada = Dunia
Mediator = Perantara
Mekar = Mengembang
Mengecoh = Mengakali
Militan = Agresif
Misteri = Rahasia
Mistifikasi = Sakralisasi
Mistik = Gaib
Mitra = Kawan
Mixer = Aduk-aduk
Mobilitas = Gerak
Model = Contoh
Monoton = Terus-menerus
Motilitas = Gerak
Mudun = Beradab
Mutakhir = Terkini
Mutakhir = Terkini
Mutilasi = Pemotongan
Nabati = Botani
Naratif = Terinci
Nir = Tidak
Nisbi = Relatif
Niscaya = Pasti
Norma = kebiasaan
Nuansa = Perbedaan makna
Omnivora = Hewan pemakan daging dan tumbuh-tumbuhan
Opas = Pesuruh
Oral = Berkaitan dengan mulut
Orisinil = Asli
Ortodok = Konservatif
Otodidak = Belajar sendiri
Oval = Bulat telur
Pangkas = Potong
Paparan = Gambaran
Paradigma = Kerangka berpikir
Paradoks = Lawan asas
Paradoksal = Kontras
Paras = Wajah
Paripurna = Sempurna
Partikelir = Swasta
Paseban = Penghadapan
Pedagogi = Pengajaran
Pedoman = Panduan
Pembatasan = Restriksi
Pemugaran = Perbaikan
Pencerahan = Kesadaran
Perdeo = Gratis
Perforasi = Perlubangan
Perlop = Cuti
Pingsan = Kelenger
Pioner = Perintis
Plagiator = Penjiplak
Planning = Rencana
Poly = Banyak
Preman = Partikelir
Premi = Iuran pertanggungan asuransi
Preposisi = Kata depan
Prestise = Martabat
Pretensi = Pura-pura
Primer = Utama
Prominen = Kondang
Promotor = Penganjur
Prosedur = Mekanisme
Proteksi = Perlindungan
Protesis = Buatan
Rabat = Potongan harga
Rahib = Pendeta
Ralat = Pembetulan
Rambang = Acak
Rancu = Kacau
Random = Secara acak
Rapel = Pembayaran sekaligus
Rapuh = Ringkih
Ratifikasi = Pengesahan
Referensi = Surat keterangan
Relasi = Rekanan
Rendezvous = Pertemuan
Residu = Sisa
Restriksi = Pembatasan
Ringkih = Rapuh
Risi = Khawatir
Romansa = Kisah cinta
Rona = Warna
Sahih = Benar
Sandang = Pakaian
Sanksi = Hukuman
Sapta = Bilangan
Sasana = Gelanggang
Selebaran = Risalah
Semboyan = Slogan
Serebrum = Otak besar
Seremoni = Perayaan
Serikat = Perkumpulan
Sine qua non = Harus ada
Sinkron = Sesuai
Sintesis = Buatan
Somasi = Gugatan
Sosialisasi = Pengenalan
Spesifik = Khusus
Sporadis = Jarang
Stagnasi = Kemacetan
Standar = Baku
Statis = Tidak aktif
Stigma = Cacat
Strata = Tingkatan
Strategi = Taktik
Sumbang = Tidak sinkron
Supervisi = Pengawasan
Sutradara = Pengarah adegan
Swatantra = Otonomi
Syahdan = Konon
Ta’aruf = Perkenalan
Tabiat = Watak
Talenta = Bakat
Tandang = Lawatan
Tanggal = Lepas
Tangkal = Cegah
Tanur = Perapian
Taraf = Tingkat
Target = Sasaran
Telatah = Gerak-gerik
Tendensi = Kecenderungan
Tentatif = Belum pasti
Termin = Tahap
Timpang = Tak seimbang
Tiran = Diktator
Trail = Kisi-kisi
Transedental = Kesinambungan
Trobadur = Penyanyi lagu cinta
Vandalisme = Destruksi
Ventilasi = Jendela
Verifikasi = Pembuktian
Versus = Lawan
Wahana = Sarana
Warta = Berita