Showing posts with label PAI. Show all posts
Showing posts with label PAI. Show all posts

Saturday, 6 January 2018

13 Pintu- Pintu Rezeki Ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya Sesuai Al- Qur'an dan Hadits

Ilustrasi. Pintu-pintu rezeki


Berikut ini sebagian pintu-pintu rezeki yang diajarkan Allah dan rasul-Nya

1. Memperbanyak Istighfar

 Istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa seorang hamba di hadapan Allah Ta'ala, yang menjadi sebab Allah mengasihi hamba- Nya, lalu Dia berkenan melapangkan jiwa dan kehidupan si hamba tersebut.
Allah berfirman:

"Maka aku (Nuh, Red.) katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun (istighfar) kepada Rabbmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan mem banyakkan harta dan anak-anakmu, mengada- kan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (Nuh [71] 10-12)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata Rasulullah Saw. bersabda:

 " Barangsiapa beristighfar kepada Allah niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka."

Hendaknya setiap muslim yang mengharap- kan limpahan rezeki untuk memperbanyak is- tighfar, baik dengan lisan maupun perbuatan.

 2. Tinggalkan perbuatan dosa 

istighfar tidak bernilai di sisi Allah jika masih berbuat dosa terus-menerus. Dosa bukan saja membuat hati resah malah menutup pintu rezeki. Allah Ta'ala berfirman:

 "Sesungguhnya tiadalah beruntung orang- orang yang berbuat dosa." (Yunus [10]: 17)

 3. Bertakwa

   Imam Al-Jurjani mendefiniskan takwa, yaitu menjaga diri dari pekerjaan yang me- ngakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya. (Kitabut Ta'rifat hal. 68)

Jadi, orang yang menceburkan diri ke dalam kubangan maksiat sehingga ia pantas menda- pat murka dan siksa dari Allah, maka ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yang bertakwa.

Allah Ta'ala berfirman:

"Barang siapa yang bertakwa kepada A lah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan (Dia) memberinya rezeki dan arah tiada disangka-sangkanya" (Ath-Thalaq [65]: 2-3)

Ibnu Katsir menafsirkan, "Maknanya, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah -de- ngan melakukan apa yang diperintah-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang Nya- niscaya Allah akan memberi jalan keluar serta rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dibenaknya." (Tafsir Ibnu Katsir IV400).

4. Bertawakal kepada Allah Ta'ala

Dari Umar bin Khathab r.a, bahwa Rasulullah saw. Bersabda:

"Sungguh seandainya kalian bertakwakal kepada Allah sebenar-benarnya niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung- burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Tirmidzi).

 Dalam hadits tersebut dikatakan, burung- burung itu berangkat pagi-pagi dan pulang sore hari dalam rangka mencari rezeki. Tawakkal berarti kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah Ta'ala untuk mendapat kan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat.

Karena itu, barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keper- luannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap- tiap sesuatu." (Ath-Thalaq [65] 3)

Tawakal tidaklah berarti meninggalkan usa- ha. Setiap muslim wajib bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan karunia Allah. Hanya saja, ia tidak boleh menyandarkan diri pada kelelahan, kerja keras dan usahanya, tetapi ia harus meyakini bahwa segala urusan adalah milik Allah, bahwa rezeki itu hanyalah dari-Nya semata.

5. Rajin beribadah

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya Allah berfirman, "Wahai anak Adam! Beribadahlah sepenuhnya kepada- Ku. Niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manu- sia)." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah).

Dan, dari Ma'gal bin Yasar ra, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

"Rabb kalian berkata, 'Wahai anak Adam! beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rezeki. Wa- hai anak Adam! jangan jauhi Aku, sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan." (HR. Hakim, Silsilah Ahadits Ash-Shahihah no. 1359, 3/347)

Jadi, siapa saja yang hatinya dikayakan oleh Yang Maha Memberi kekayaan, niscaya tidak akan didekati oleh kemiskinan selama-lamanya. Dan, siapa saja yang kedua tangannya dipenuhi dengan rezeki oleh Yang Maha Memberi Rezeki dan Maha Kuasa, niscaya ia tidak akan pernah pailit selama-lamanya. Sebaliknya, siapa yang hatinya dipenuhi dengan kefakiran oleh YangMaha Kuasa dan Maha Menentukan, niscaya tak seorang pun mampu membuatnya kaya Dan, siapa yang disibukkan oleh Yang Maha Perkasa dan Maha Memaksa, niscaya tak se- orang pun yang mampu memberinya waktu luang.

 6. Melanjutkan Haji dengan Umrah atau Sebaliknya.

Maksudnya, jika telah menunaikan haji maka tunaikanlah umrah. Dan, jika telah menu- naikan umrah maka tunaikanlah haji, sebab keduanya saling mengikuti.

Dari Abdullah bin Mas'ud ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

"Lanjutkanlah haji dengan umrah kar- ena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu ke- cuali surga" (HR. Ahmad, Timidzi, Nasai).

Dalam riwayat lain, dari Ibnu Abbas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Lanjutkanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa- dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi." (HR. Nasai. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai 2/558)

Maka orang-orang yang menginginkan untuk dihilangkan kemiskinan dan dosa-dosa-nya hendaknya ia segera melanjutkan hajinya dengan umrah atau sebaliknya.

7. Banyak bersilaturahmi

Dari Abu Hurairah ra,  ia berkata : Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda:

"Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umur- nya) maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim." (HR. Bukhari)

Masih dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:

"Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung sialturahim. Karena silaturahim adalah sebab adanya kecin- taan terhadap keluarga (kerabat dekat), sebab banyaknya harta dan bertambahnya usia." (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim)

 8. Banyak Sedekah

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan barang apa saja yang kamu nafkah- kan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya" (Saba [34]: 39)

9. Pandai Bersyukur

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu me- maklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyu- kur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepa- damu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim: 7)

10. Menafkahi Penuntut Ilmu

 Anas bin Malik ra, berkata, "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah saw.
Salah seorang menuntut ilmu pada majelis Rasulullah 25, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu ke pada Rasulullah (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu).

Maka Nabi ber- sabda, "Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia (HR. Tirmidzi, Hakim).

Dalam hadits ini, Nabi menjelaskan ke- pada orang yang mengadu kepadanya karena kesibukan saudaranya dalam menuntut ilmu agama, sehingga membiarkannnya sendirian mencari penghidupan (bekerja), bahwa ia tidak semestinya mengungkit-ungkit nafkah nya kepada saudaranya, dengan anggapan bahwa rezeki itu datang karena semata-mata dia bekerja. Padahal ia tidak tahu bahwasanya Allah membukakan pintu rezeki untuknya karena sebab nafkah yang ia berikan kepada saudaranya yang menuntut ilmu agama secara sepenuhnya.

11. Tunaikan hajat orang lain 

Menunaikan hajat orang menjadi sebab Allah lapangkan rezeki dalam bentuk ter-tunainya hajat sendiri, seperti sabda Rasulullah saw. :

"Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba, selama ia mau menolong sau- daranya" (HR. Muslim)

12. Membantu Orang-orang Lemah (miskin) 

Nabi saw. menjelaskan bahwa para hamba itu ditolong dan diberi rezeki disebabkan oleh orang-orang yang lemah di antara mereka.

Dari Mush'ab bin Sa'd ra. ia bercerita: Bahwasanya Sa'd ra. merasa dirinya memiliki kelebihan dibanding orang lain.

Maka Nabi saw. bersabda:

"Bukankah kalian ditolong dan diberi rezeki lantaran orang-orang lemah diantara kalian? " ( HR. Bukhari)

13. Hijrah di Jalan Allah 

Hijrah adalah keluar dari negeri kafir menuju negeri iman, sebagaimana para sa- habat yang berhijrah dari Mekah ke Madinah yang bertujuan untuk mendapatkan ridha Allah, sebagai kewajiban baginya dan untuk menolong saudaranya yang beriman dari permusuhan orang-orang kafir.

Dalil bahwa hijrah dijalan Allah termasuk kunci rezeki adalah Allah Ta'ala berfirman:

"Barang siapa hijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..." (An-Nisa [4]: 100)

Thursday, 13 July 2017

5 Hal Yang Allah Janjikan Apabila Kita Bersahabat Dengan Al-Quran

Keuntungan bersahabat dengan Al-Quran adalah:
Oleh Ustadz Dr. Amir  Faishol Fath


Wednesday, 12 April 2017

HUKUM APABILA MAKAM DIBUAT MEWAH

Bagi kaum muslim khususnya muslim di Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan adanya pembangunan makam yang dibuat mewah sedimikian rupa. Namun sebagian dari kita masih ada yang belum tahu hukumnya.


Berikut keterangan membangun makam dari kitab fathul mu'in :

وكره بناء له أي للقبر أو عليه لصحة النهي عنه بلا حاجة كخوف نبش أو حفر سبع أو هدم سيل.
ومحل كراهة البناء إذا كان بملكه فإن كان بناء نفس القبر بغير حاجة مما مر أو نحو قبة عليه بمسبلة وهي ما اعتاد أهل البلد الدفن فيها عرف أصلها ومسبلها أم لا أو موقوفة حرم وهدم وجوبا لأنه يتأبد بعد انمحاق الميت ففيه تضييق على المسلمين بما لا غرض فيه.

Dan makruh membangun kuburan tanpa ada hajat misalnya takut dibongkar, atau takut dibongkar hewan buas atau takur rusak oleh banijir karena telah shahih larangan itu. Makruhnya membangun ini jika ditanah milik sendiri, adapun jika membangun kubur ini tanpa ada hajat sebagai mana yang disebutkan , atau membangun kubah di kuburan yang disediakan umum yaitu yang biasanya penduduk kampung menguburkan disitu baik diketahui orang yang menyediakan makam tersebut ataupun tidak, atau membangun kuburan di pemakaman yang diwaqofkan maka haram hukumnya membangun kubur tersebut dan wajib di bongkar karena bangunan sifatnya langgeng setelah hancurnya mayat dan ini bisa menjadikan sempit bagi muslimin lainnya tanpa ada tujuan sama sekali.

Penjelasan dari kitab i'anah syarah fathul mu'in :

وقال البجيرمي: واستثنى بعضهم قبور الأنبياء والشهداء والصالحين ونحوهم. برماوي.  وعبارة الرحماني. نعم، قبور الصالحين يجوز بناؤها ولو بقية لإحياء الزيارة والتبرك. قال الحلبي: ولو في مسبلة، وأفتى به، وقد أمر به الشيخ الزيادي مع ولايته، وكل ذلك لم يرتضه شيخنا الشوبري، وقال: الحق خلافه. وقد أفتى العز بن عبد السلام بهدم ما في القرافة. اه.

Al bujairomi berkata : " sebagian ulama' mengecualikan quburan para nabi, para wali, orang yang mati syahid, orang-orang sholih dan semisal mereka. (maksudnya kalo kuburan mereka maka tidak makruh dibangun ). Ibarot dari ar rohmani adalah : " memang benar kuburan makruh dibangun, tapi kuburan orang-orang sholih boleh dibangun walaupun kubbah tujuannya untuk menghidupkan ziarah dan tabarruk.". Al halbi berkata : " walaupun membangun kuburan sholihin tersebut di tanah pemakaman umum/ tanah yang disediakan untuk kuburan umum ". (maksudnya walaupun kuburan sholihin di pemakaman umumpun tidak haram dibangun) Dan alhalbi pun berfatwa dengannya, dan syeh az ziyadi juga memerintahkan hal tersebut beserta kekuasaannya, tetapi semua itu guruku as syubari tidak meridhoinya, beliau berkata : " yang benar tidaklah spt itu (membangun kuburan sholihih yang di pemakaman umum). Syekh ibnu abdis salam telah berfatwa untuk menghancurkan apa yang ada di qurofah. Wallohu a'lam. [Mas Hamzah].

Tuesday, 28 March 2017

Muslim Wajib Membaca ini..!!! Kesalahan-Kesalahan yang Melahirkan Banyak Kesalahan Lain




Inilah Kesalahan-Kesalahan yang Melahirkan Banyak Kesalahan Lain
1. Pertama adalah Takabur
            Masih ingatkah kalian dengan kisah Nabi Adam as. dengan iblis yaitu tentang sikap takabur iblis yang enggan melakukan tanda penghormatan kepada Nabi Adam as. iblis enggan melakukannya karena dia merasa bahwa dirinya lebih baik dari Nabi Adam as.
             Rasulullah saw mencela sifat takabur ini. Beliau bersabda, “Tidaklah masuk surga orang yang didalam hatinya ada seberat Dzarrah  daripada kesombongan”. Seorang sahabat bertanya, “ Ada orang yang suka pakaianya bagus dan sandalnya bagus”. Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya Allah Maha Indah dan Dia mencintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia”. (H.R.MUSLIM)
            Diantara sifat takabur adalah menolak adanya kebenaran. Artinya jika datang kebenaran kepada mereka maka ia akan menolaknya. Contohnya : seseorang yang mengetahui bahwa shalat lima waktu adalah wajib tetapi ia menolak untuk melaksanakanya. Masih ada banyak perintah Allah tetapi ditolak oleh manusia karena kesombongan manusia itu. Ketidaktundukan seseorang kepada manusia inilah yang disebut takabur/ sombong. Oleh karena itu, jauhilah sikap takabur dan bersihkan hati dan jiwa kita dari kesombongan tersebut.
2. Kedua adalah Menghina Orang Lain
            Orang yang melakukan hal ini disebabkan karena adanya rasa membanggakan dirinya sendiri. Dan orang yang mempunyai sikap ini pasti akan meremehkan orang lain.
            Rasa membanggakan dirinya sendiri aka melahirkan bebrapa  kesalahan yaitu :
                        a. Pertama, Hilanganya rasa empati dan simpati kepada orang lain.
                        b. Kedua, Seka mencemooh orang lain. Di dalam Al- Qur’an Allah sudah menjelaskan                       larangan untuk saling mencemooh yaitu di dalam Q.S. Al- Hujurat (49): 11.
                        c. Ketiga, Memberi panggilan buruk.
3. Ketiga adalah Tamak
            Tamak adalah menginginkan sesuatu yang berelebih. Iblis biasanya menjerumuskan manusia ke neraka dengan sifat tamak terhadap Harta, Tahta, dan Wanita.
4. Keempat adalah Dengki
            Dengki adalah perasaan tidak senang terhadap kesenangan yang didapat orang lain dari Allah SWT. Perasaan dengki biasanya memunculkan perbuatan yang tidak baik yaitu mencemooh, menghina dsb, bahkan ada yang sampai membunuh. Hal ini bisa dilihat dari kisah Qabil dan Habil. Begitu besarnya bahaya yang diakibatkan dari sifat tamak, sehingga Rasulullah saw besabda,” Sesungguhnya sifat dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (H.R. Al- Qadha’i)
            Sebanyak apapun kebaikan yang anda lakukan maka akan hangus oleh sifat dengki yang ada di dalam hati anda. Oleh karena itu jauhilah sifat dengki sehingga menjadi manusia Saleh.
(Sumber Pustaka: Buku Citra Risalah, Untuk Kita Para Pendosa)

Tuesday, 29 March 2016

Pai ^SABAR^ kelas X


SABAR ADA 3, YAITU :
1. Sabar ketika Ditimpa masalah
2. Sabar ketika Menjalankan perintah Alloh SWT.
3. Sabar ketika Menjauhi perintah Alloh SWT.

~semoga bermanfaat, jangan lupa terus kunjungi http://terbaruaynblog.blogspot.com ya!!!! Jangan lupa kasih masukanya. Ok

Pai ^SEMANGAT MENUNTUT ILMU DAN MENYEBARKANYA^ kelas X



KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
1. Dimudahkan baginya jalan menuju surga
2. Diangkat derajatnya oleh ALLOH SWT.
3. Kunci sukses bahagia dunia dan akhirat
4. Tanda bahwa ALLOH SWT. menghendaki kebaikan baginya
5. Akan senantiasa hidup terus meskipun ia telah mati.

ADAB MENUNTUT ILMU
1. Ikhlas
2. Bersungguh- sungguh dalam menuntut ilmu
3. Meminta pertolongan kepada ALLOH SWT.
4. Mengamalkan ilmu
5. Berhias dengan akhlaq mulia
6. Mendakwahkan ilmu.

~semoga bermanfaat, jangan lupa terus kunjungi http://terbaruaynblog.blogspot.com ya!!!! Jangan lupa kasih masukanya. Ok

Pai ^AL- QUR'AN DAN HADIST^ kelas X

PERBEDAAN SURAT MAKIYAH DAN MADANIYAH
A. MAKIYAH
- Kota turun : Mekkah
- waktu : sebelum nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah
- sasaran pembicaraan : kepada orang" secara umum
- awalan ayat : ya ayyuhannasu
- tema : aqidah, keimanan surga dan neraka kisah umat dahu
- kata : pendek

B. MADINAH
- kota turun : Madinah
- waktu : setelah Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah
- sasaran pembicaraan : kepada orang" yang beriman
- awalan ayat : ya ayyuhalladzina amanu
- tema : ibadah dan mua'malah
- kata : panjang
~semoga bermanfaat, jangan lupa terus kunjungi http://terbaruaynblog.blogspot.com ya!!!! Jangan lupa kasih masukanya. Ok

Pai ^ZINA^ kelas X

HIKMAH DIHARAMKANYA ZINA
1. Menjaga kesucian kaum muslim
2. Menjaga kehormatan kaum muslim
3. Mensucikan jiwa" mereka
4. Manjaga kemuliaan dan kesucian mereka
5. Terpeliharanya nasab ( keturunan ).
CARA MENGHINDARI PERBUATAN ZINA
1. Menghindari hal" yang bisa mendekatkan diri kepada perzinaan ( misal; pacaran, TTM- an, dsb. )
2. Berteman dan bersahabat dengan orang" soleh
3. Menuntut ilmu agama
4. Mengetahui dan selalu ingat akan hukuman bagi para pezina
5. Membaca dan mempelajari buku" agama
6. Tidak mengumbar pandangan
7. Menutup aurat dengan baik.

~semoga bermanfaat, jangan lupa terus kunjungi http://terbaruaynblog.blogspot.com ya!!!! Jangan lupa kasih masukanya. Ok